Fitnah dari Timur

21 Feb

Suatu hari Rasulullah pernah mendoakan negeri Yaman dan Syam, cerita ini terekam dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam sohihnya

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna yang berkata telah menceritakan kepada kami Husain bin Hasan yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu Umar yang berkata [Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam] bersabda “Ya Allah berilah keberkatan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami”. Para sahabat berkata “dan juga Najd kami?”. Beliau bersabda “disana muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul tanduk setan” [1][Shahih Bukhari 2/33 no 1037]

-Selanjutnya hadits ini kita sebut hadits pertama-

Yaman dan Syam adalah negeri yang jelas, lalu dimanakah letak Najd yang dimaksud dalam hadit diatas? Sebenarnya dalam menafsirkan lafadz Najd, kebanyakan ulama ulama condong  memvonis bahwa yang dimaksud adalah negeri Iraq, sekalipun begitu Realitas yang terjadi sekarang membuat beberapa orang bingung karena yang familiar di telinga dan lisan bahwa daerah Najd berada di Arab Saudi tepatnya dekat Diríyah dan sekitarnya yang merupakan tempat kelahiran Muhammad bin Abdul Wahab yang belakangan diperkenalkan oleh Penjajah Inggris sebagai perndiri sebuah Aliran yang ditakuti dunia dan mereka mereka menamakannya “Wahabi.”. ditambah lagi orang-orang yang tinggal disekitar daerah tersebut dinisbahkan dengan nama al-Najdi.

Apa itu Najd?

Secara bahasa Najd adalah tanah yang tinggi. Pemilik Kamus terkenal Asli Indonesia- KH Ahmad Warson Munawwir- menyebutkan dalam kamusnya

أنجد البناء: إرتفع artinya tinggi

النجد : مصدر نجد

(ج نُجُدٌ ونِجَادٌ ونُجُودٌ واَنجَادٌ) artinya tanah yang tinggi.[2]

Jika anda ingin menambah Pengetahuan tentang Makna Najd, silahkan membuka kamus-kamus unggulan seperti seperti Lisan Al-’Arab, Mu’jam Maqayis Al-Lughah, dan Al-Qamus Al-Muhit niscaya anda akan mendapati bahwa mereka akan bersepakat bahwa Najd itu adalah tanah yang tinggi.

Dalam mensyarahkan hadits ini Al hafidz Ibnu Hajar Al Atsqalani menukil pendapat al Khattabi tentang najd yang merupakan negeri Iraq:

نجد من جهة المشرق، ومن كان بالمدينة كان نجده بادية العراق ونواحيها وهي مشرق أهل المدينة، وأصل نجد ما ارتفع من الأرض وهو خلاف الغور فإنه ما انخفض منها، وتهامة كلها من الغور ومكة من تهامةِ

Najd Itu berada disebelah timur. Siapapun yang berada diMadinah, maka najdnya adalah pedalaman Iraq dan sekitarnya. Itulah sebelah timur Madinah. Asal kata Najd adalah tanah yang meninggi, berbeda dengar ghaur yang berarti tanah yang rendah. Seluruh Tihamah merupakah Ghaur dan Mekkah termasuk bagian Tihamah.[3]

Setelah itu Ibnu Hajar menambahkan pernyataan al Khattabi bahwa Najd adalah setiap tanah yang tinggi dengan mengatakan

كل شيء ارتفع بالنسبة إلى ما يليه يسمى المرتفع نجدا والمنخفض غورا

Setiap yang lebih tinggi  dibandingkan dengan sekitarnya dinamakan Najd dan setiap yang lebih rendah dinamakan Ghaur.

Dari pemahaman Ini tentu kandidat tafsiran Najd terkait hadits nabi diatas menjadi banyak. Bahkan pemilik kitab Mu’jamul buldan Menyebutkan ada 12 Najd yang pernah dikenal oleh orang Arab dan tentu dataran Najd di Saudi Arabia[4] dan Juga Negeri iraq termasuk diantara yang bernama Najd[5]

Menelisik Hadits-Hadits terkait

Kita tidak akan mendapatkan informasi jelas dan tepat jika hanya mengandalkan bahasa untuk mencari tahu  tentang Najd yang dimaksud oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Dalam hal ini tentu kita harus membandingkan hadits-hadits yang memiliki kaitan dengan hadits diatas.

Perselisihan tentang dimanakan tanduk setan itu akan muncul  mengerucut kepada dua tempat Najd Yamamah yang merupakan daerah sekitar Riyadh dan atau Dir’iyah atau negeri Iraq

Berikut beberapa hadits terkait

حدثنا عبدالله بن عمر بن أبان وواصل بن عبدالأعلى وأحمد بن عمر الوكيعي (واللفظ لابن أبان). قالوا: حدثنا ابن فضيل عن أبيه. قال: سمعت سالم بن عبدالله بن عمر يقول: يا أهل العراق! ما أسألكم عن الصغيرة وأركبكم للكبيرة! سمعت أبي، عبدالله بن عمر يقول : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول “إن الفتنة تجئ من ههنا” وأومأ بيده نحو المشرق “من حيث يطلع قرنا الشيطان” وأنتم يضرب بعضكم رقاب بعض. وإنما قتل موسى الذي قتل، من آل فرعون، خطأ فقال الله عز وجل له: {وقتلت نفسا فنجيناك من الغم وفتناك فتونا} [[20/طه/40

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin ‘Umar bin Abaan, Waashil bin ‘Abdil-A’laa, dan Ahmad bin ‘Umar Al-Wakii’iy (dan lafadhnya adalah lafadh Ibnu Abaan); mereka semua berkata : Telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudlail, dari ayahnya, ia berkata : Aku mendengar Saalim bin ‘Abdillah bin ‘Umar berkata : “Wahai penduduk ‘Iraq, aku tidak bertanya tentang masalah kecil dan aku tidak mendorong kalian untuk masalah besar. Aku pernah mendengar ayahku, Abdullah bin ‘Umar berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa salam bersabda : ‘Sesungguhnya fitnah itu datang dari sini – ia menunjukkan tangannya ke arah timur – dari arah munculya dua tanduk setan’. Kalian saling menebas leher satu sama lain. Musa hanya membunuh orang yang berasal dari keluarga Fir’aun karena tidak sengaja. Lalu Allah ‘azza wa jalla berfirman padanya : ‘Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan.” (Thaahaa: 40)” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2905 (50)]

-Selanjutnya hadits diatas kita sebut hadits kedua-

حدثنا مسدد حدثنا يحيى عن إسماعيل قال حدثني قيس عن عقبة بن عمرو أبي مسعود قال أشار رسول الله صلى الله عليه وسلم بيده نحو اليمن، فقال الإيمان يمان هنا هنا، ألا إن القسوة وغلظ القلوب في الفدادين، عند أصول أذناب الإبل، حيث يطلع قرنا الشيطان، في ربيعة ومضر

Telah menceritakan kepada kami Musaddad yang berkata telah menceritakan kepada kami Yahya dari Isma’il yang berkata telah menceritakan kepadaku Qais bin Uqbah bin Amru Abi Mas’ud yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan tangannya kearah Yaman dan berkata “Iman di Yaman disini dan kekerasan hati adalah milik orang-orang Faddadin [arab badui atau pedalaman] yang sibuk dengan unta-unta mereka dari arah munculnya tanduk setan [dari] Rabi’ah dan Mudhar [Shahih Bukhari no 3126]

-Selanjutnya hadits diatas kita sebut hadits ketiga-

Telah dinukil beberapa pendapat terkait tafsir dari najd dalam hadits pertama, diantaranya:

Najd adalah Negeri Iraq

Inilah Pendapat yang paling banyak dinukil. Pendapat ini merupakan pendapat Imam khattabi, Ibnu Abdil Bar[6], al Kirmani[7], dan Allamatul Iraq al Alusi[8]. Pendapat ini tentunya dikuatkan Oleh para pendukung dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab seperti Syaikh Albani dan murid-muridnya dan sekumpulan Ulama Hijaz. Mereka berdalil dengan hadits kedua dan sejenisnya yang secara jelas mengatakan bahwa fitnah tersebut akan datang dari Iraq. Selain itu kajian hadits-hadits dan Realitas tentang kemunculan Dajjal dan Khawarij juga menguatkan bahwa iraqlah yang dimaksud negeri sumber Fitnah tersebut. Ditambah lagi dengan perang jamal, pembunuhan cucu Rasulullah, dan perang saudara hingga sekarang mengambil lokasi di Iraq.

Ibnu Taimiyah pernah meunjukkan bahwa hadits-hadits tersebut merujuk kepada Kufah- Iraq-, beliau berkata:

ومعلوم أنه كان بالكوفة من الفتنة والتفرق ما دل عليه النص والإجماع، لقول النبي صلى الله عليه وسلم : الفتنة من ههنا، الفتنةمن ههنا، الفتنة من ههنا،من حيث يطلع قرن الشيطان

Diketahui bahwa di Kufah terjadi fitnah dan perpecahan yang telah ditunjukkan oleh Nash dan Ijma karena ada Sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam: fitnah dari arah sini, fitnah dari arah sini, fitnah dari Arah sini, yaitu dari tempat munculnya tanduk setan[9]

 

Najd Adalah Tanah Kelahiran Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab

Pendapat ini banyak Muncul di jaman ini dari kalangan Syiah, Alawiyah, dan Pendukung tokoh Asyáriyah dari libanon yang bernama al Harary. Mereka terkenal dengan nama gerakan Ahbas atau AICP. Kalangan-kalangan ini adalah musuh dakwah Syaikh Muhammad bin abdul Wahab. Mereka berhujjah dengan Hadits ketiga karena Kabilah Rabiah dan Mudhar menurut mereka hidup di Hijaz dan sekitarnya bukan Iraq. Mereka juga berhujjah dengan hadits ramalan Rasulullah terhadap Dzulkhuwaisirah at Tamimi dan realitas munculnya Musailamah yang merupakan keturunan bani hanifah dari Kabilah Rabiah.

Najd adalah seluruh daerah Masyriq al Arabiy

Jika kita perhatikan, hadits-hadits yang memberitakan tentang fitanah dan tanduk setan banyak merujuk kepada kata masyriq secara umum maupun masyriq dalam hal arah dan matahari terbit. Dari sini lahirlah pendapat ini

Pendapat ini lebih Moderat dan mengambil jalan tengah dari perselisihan diatas. Dalam kitab Naqdu al Taqdis[10] ibnu  Taimiyah berkata:

قد تواتر عن النبي إخباره بأن الفتنة ورأس الكفر من المشرق الذي هو مشرق مدينته كنجد وما يشرق عنها

Telah Mutawatir khobar dari Nabi Shallallahu alaihi Wasallam bahwa fitnah dan pangkal kekufuran berasal dari timur  –timur Madinah-  seperti Najd dan semua daerah sebelah timurnya (Madinah)

Kemudian beliau memberikan contoh yang terjadi di Najd Hijaz

ولا ريب أن من هؤلاء ظهرت الردة وغيرها من الكفر، من جهة مسيلمة الكذاب وأتباعه وطليحة الأسدي وأتباعه، وسجاح وأتباعها، حتى قاتلهم أبو بكر الصديق ومن معه من المؤمنين، حتى قتل من قتل، وعاد إلى الإسلام من عاد مؤمنا أو منافقا

Tidak diragukan lagi bahwa disana muncul kemurtadan dan hal-hal lain yang termasuk kekufuran, diantaranya Musailamah al Kadzab dan para pengikutnya, Thalihah al Asadiy dan para pengikutnya, Sujah dan para pengikutnya hingga mereka diperangi oleh abu Bakar as Shiddiq dan orang-orang mukmin yang bersama beliau. Ada yang terbunuh dan ada yang kembali sebagai mukmin maupun Munafiq.[11]

Pendapat ibnu Taimiyah ini tidak bertentangan dengan apa yang telah ia katakan di Majmu Fatawâ diatas, karena negeri Iraq berada di Masyriq

Senada dengan hal ini, Ulama-ulama yang merupakan anggota lembaga Fatwa tertinggi diarab Saudi yang diketuai Oleh Syaikh Abdul Aziz bin bazz memfatwakan bahwa hadits-hadits semacam ini berlaku umum untuk tempat yang disebut Masyriq. Setelah memaparkan pendapat para ulama tentang Tafsir hadits-hadits ini, mereka menyimpulkan

والظاهر أن الحديث يعم جميع المشرق الأدنى والأقصى والأوسط، ومن ذلك فتنة مسيلمة وفتنة المرتدين من ربيعة ومضر وغيرهما

Yang nampak, hadits itu berlaku umum untuk seluruh Masyriq baik yang dekat, jauh maupun tengah. Termasuk fitnah tersebut adalah Fitnah Musailamah dan fitnah orang-orang Murtad dari Kabilah Rabiah dan Mudhar dan selain keduanya.[12]

Apa itu Masyriq?

Kita sebagai Ajam mungkin terjebak dengan kata ini dan menerjemahkan secara letterlijk dengan istilah ‘timur’ , tapi kita tidak sepenuhnya benar, masyriq menurut orang arab dan yang sering disebut dalam banyak istilah sejarah merupakan suatu bagian wilayah timur tengah yang membentang dari laut tengah disebelah barat hingga dataran tinggi Iran disebelah timur. Daerah tersebut adalah daerah disebelah timur Jazirah arab, sebaliknya mereka menyebut wilayah sebelah barat seperti Tunisia dan maroko dengan istilah Maghrib yang secara Bahasa berarti ‘barat’. Dari sini kita bisa tahu bahwa wilayah masyriq adalah Iraq, Palestina, Yordania, Libanon, Arab Saudi, Uni emirat Arab, Kuwait, Qatar, Oman, Bahrain. Adapun mesir dan sudan merupakan daerah percampuran antara masyriq dan maghrib.

Jembatan antar pendapat

Dalam Sohih Bukhari disebutkan

حدثنا علي بن عبد الله حدثنا سفيان عن اسماعيل عن قيس عن أبي مسعود يبلغ به النبي صلى الله عليه وسلم قال : من ههنا جاءت الفتن نحوالمشرق والجفاء وغلظ القلوب في الفدادين أهل الوبر عند أصول اذناب الابل والبقر في ربيعة ومضر

Telah menceritakan kepadaku Ali bin Abdullah, telah menceritakan kepadaku Sufyan dari Ismail dari Qais dari Abi Mas’ud, telah sampai  kepadanya bahwa Nabi Shallallahu alaihi Wasallam berkata: dari sini datang fitnah yaitu sekitar masyriq, kasar dan keras hati ada pada Fadadin yaitu Arab pedalaman yang bermata pencaharian dari unta dan sapi pada kabilah Rabiah dan Mudhar[13]

Kita tahu bahwa orang-orang iraq tidak dikenal sebagai pengembala atau peternak Unta, namun itu adalah mata pencaharian orang-orang Hijaz kala itu, sebaliknya Orang Hijaz tidak bermata pencaharian sebagai peternak Sapi, namun itu adalah mata pencaharian orang-orang iraq yang mengkhususkan diri beternak sapi dan bercocok tanam.

Benar, Penduduk Hijaz adalah keturunan kabilah Mudhar dan Rabiah, tapi jangan salah!. kebanyakan bangsa arab adalah keturunan dua kabilah besar ini. Rasulullah merupakan keturunan dari kabilah Mudhar. Beliau adalah Mudhar bin Nazzar bin Maad bin Adnan. Kabilah ini bercabang menjadi dua kabilah yaitu kabilah Qays Ailan bin Mudhar dan Qabilah Ilyas bin Mudhar yang dari sinilah asal Bani Tamim Moyang Syaikh Muhammad bin abdul Wahab dan juga suku Quraisy yang merupakan moyang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Kabilah Rabiah merupakan salah satu kabilah pokok terbesar bangsa arab selain Mudhar dari keturunan Adnan. Beliau adalah Rabiah bin Nazzar bin Maad bin Adnan. Kabilah ini hidup di Hijaz kemudian pindah ke timur, utara, dan tengah Jazirah Arab. Salah satu keturunan Rabiah yaitu Abdul Qais pindah ke daerah timur dari jazirah arab. Bani Hanifah yang juga masih keturunan Rabiah menetap di Yamamah. Dari Bani Hanifah inilah Musailamah al kadzab berasal.

Jika kita telah mengetahui asal usul Qabilah Rabiah dan Mudhar serta besar dan banyaknya cabang-cabang dari mereka, maka dipastikan bahwa penyebaran mereka tidak hanya disatu tempat (Hijaz,red), namun mereka tersebar diseantaro jazirah arab, karena mereka adalah pangkal kabilah arab utama dan terbesar. Dalam Kitab Ansharul Husain karangan Muhammad Mahdi syamsuddin halaman 218 disebutkan  “ kami mengetahui bahwa kebanyakan penduduk Bashrah  berasal dari Kabilah Rabiah dan Mudhar”.

Dari pembahasan ini maka jelaslah bahwasanya hadits-hadits diatas menunjukkan bahwa fitnah tersebut bisa saja terdapat terjadi secara umum diseluruh Masyriq, hanya saja telah datang beberapa isyarat dan realitas bahwa tafsirannya mengerucut kepada Najd Hijaz dan negeri Iraq.

Kaidah Penting

  • keutamaan yang tetap dalam bentuk umum tidak menjadi ketetapan bagi individu begitu juga kecaman yang tetap dengan keumuman tidak menjadi ketetapan bagi Individu.
    Jika benar bahwa yang dimaksud Najd adalah Iraq atau Yamamah (Hijaz), maka kita tidak boleh menetapkan celaan dan kecaman kepada pribadi-pribadinya karena tidak otomatis penduduk negeri tersebut menjadi tercela. Berapa banyak orang fasik dan tercela  berada di Madinah, Mekkah dan Syam sedangkan banyak sekali orang alim lagi terpuji tinggal dan lahir di Iraq dan Hijaz. Dalam sebuah hadits yang ditujukan kepada penduduk Madinah disebutkan

إِنِّي لَأَرَى مَوَاقِعَ الْفِتَنِ خِلَالَ بُيُوتِكُمْ كَمَوَاقِعِ الْقَطْرِ

Sesungguhnya aku benar-benar melihat tempat-tempat fitnah ditengah-tengah rumah kalian seperti tetesan-tetesan Hujan.

Apakah boleh kita mencela penduduk Madinah atau Ulama madinah? Hasya Wa kalla

  • Bumi tidak mensucikan individu
    Begitu indah apa yang dikatakan oleh dua orang yang telah dipersaudarakan oleh Rasulullah shallallahu Alaihi Wasallam. karena cintanya Salman kepada abu Darda, beliau menginginkan Saudaranya tersebut Pindah bersamanya ke Syam sebagai daerah yang kerap dipuji oleh Rasulullah. lalu Abu Darda menjawab dengan jawaban yang perlu ditulis dengan tinta emas, Abu Darda menjawab: 

    أما بعد, فأن الأرض المقدسة لا تقدس أحداً, وإنما يقدس الإنسان بعمله

    Amma ba’du, Sesungguhnya tanah yang disucikan tidak dapat mensucikan seorangpun, Yang bisa mensucikan seseorang adalah amalnya.

  • Celaan dan kecaman terhadap suatu daerah tertentu terkait fitnah yang akan terjadi didaerah tersebut tidak terjadi sepanjang kurun dan waktu tapi terkadang daerah tersebut adalah mercusuar dari pengetahuan dan keilmuan serta kejayaan.
    Syaikh Abdul Latif Alu Syaikh yang merupakan keturunan Syaikh Muhammad bin abdul Wahab mengatakan : 

    ولا يقول مسلم بذم علماء العراق لما ورد فيها، وأكابر أهل الحديث وفقهاء الأمة أهل الجرح والتعديل أكثرهم من أهل العراق

    Seorang muslim tidak layak mencela Ulama Iraq karena hadits-hadits tersebut, para pembesar ahli hadits dan para fuqaha Ummat serta ahli Jarh dan ta’dhil kebanyakan berasal dari Iraq[14]

Kepada para Pencela Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

Saya amat mengkhawatirkan kalau mereka termasuk dalam khitob  firman Allah Subhanahu Wataala:

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mu’min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

Qurán surat Al Buruj :10

 

Semoga bermanfaat

Saudaramu: dobdob

 


[1] HR Bukhari 2/33 no 1037

[2] Al Munawwir hal 1388

[3] Al-’Asqalani, Ahmad Ibn ‘Ali Ibn Hajar, Fath Al-Bari Bi Sharh Sahih Al-Bukhari, Dar Al-Ma’rifah, Beirut, 1379H, 13: 47

[4] Disebut Najd Hijaz, yaitu daerah sekitar Riyadh sekarang dan Dir’iyah

[5] Mu’jam al Buldân 5:265

[6] Tamhid 1/279

[7] Al Fath 13/47

[8] Ghayatul Amani Fi Raddi Ala al Nabhani 2/148

[9] Majmu Fatawâ jilid 20/316

[10] Kitab ini memiliki Nama lain yaitu Bayan Talbis Jahmiyah dan merupakan bantahan terhadap salah satu kitab milik Imam al Razi

[11] Bayan Talbis Jahmiyah 1/17-24

[12] Fatawâ Lajnah Daimah lil buhuts wal Ifta, Abdurrazak al duwais jilid 3 pertanyaan nomor 6667. ditandatangani oleh Syaikh abdul Aziz bin Baz, syaikh Abdullah Ghudayyan, Syaikh Abdullah bin Quud, Syaikh Abdul Razaq al Afifi

[13] HR Bukhari

[14] Mishbahu al Dzulam hal 236

About these ads

31 Responses to “Fitnah dari Timur”

  1. Tommi February 22, 2011 at 8:15 pm #

    Pembahasan yg mendalam sekali dan kesimpulan terakhirnya netral, tidak memihak pihak manapun. Saya senang bacanya. Jazakalloh khoir akhi dobdob.

  2. isih_sinau March 5, 2011 at 8:32 am #

    ada tanggapan dari secondprince terhadap artikel antum ust :

    Hadis tentang Najd itu shahih dan Najd yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah Najd Hijaz. Memang ada hadis lain tentang Iraq tetapi bagi kami hadis tersebut mengandung illat. Seandainya pun shahih kesimpulannya tetap seperti yang kami katakan Najd dan Iraq keduanya adalah tempat munculnya fitnah.

    Penulis harusnya lebih memperhatikan bahwa masyriq yang dimaksud dalam hadis fitnah adalah masyriq arah matahari terbit sebagaimana yang tertera dalam hadis shahih. Iraq tidak terltak pada arah matahari terbit dari Madinah. Sedangkan Najd terletak pada arah matahari terbit dari Madinah

    Kemudian mengenai Kabilah Rabi’ah Mudhar yang dikatakannya banyak tersebar seharusnya ia memperhatikan bahwa di zaman Nabi [shallallahu 'alaihi wasallam] saat sabda tersebut diucapkan maka mayoritas kabilah Rabi’ah Mudhar berada di masyriq [timur] arah matahari terbit dari madinah daerah yang dikenal sebagai Najd.

    Najd yang katanya sampai ada 12 di arab maka kami tanya apakah di zaman Nabi memang sudah dikenal ke 12 nama Najd yang dimaksud?. Setahu saya sih Najd yang dikenal di zaman Nabi [shallallahu 'alaihi wasallam] adalah Najd Hijaz di arah timur matahari terbit madinah. Selain itu kalau memang penulis konsisten soal Najd yang ia artikan sebagai dataran tinggi. Lantas apakah Iraq adalah negri yang memang pantas untuk dikatakan dataran tinggi?. Jangan2 Iraq termasuk dataran rendah dibandingkan Jazirah Arab.

    silahkan ditanggapi ust.

    baarokallohu fiik !

    • dobdob March 7, 2011 at 2:10 pm #

      saya kira Hadits Alim cukup jelas, Iraq dan Najd Yamamah itu amat jauh, tak mungkin Salim memalingkan makna Najd begitu jauh kalau memang Iraq itu juga bukan Najd. begitu masalah ternak Sapi dalam hadits yang sudah saya bawakan. hal ini menunjukkan bahwa tempat munculnya tanduk setan itu bukan satu tempat. saya juga belum tahu kalau Abu Bakar menyinggung hadits tersebut ketika membasmi Musailamah. kata Masyriq itu sudah pasti terkait dengan arah matahari terbit yaitu sebelah kanan. dan orang Arab pun punya Istilah Khusus untuk Masyriq dan Maghrib dalam banyak hadits. hingga mereka tetap menyebut Masyriq sekalipun tidak tepat berada ditimur Madinah. lagipula Matahari pun tidak selalu tepat terbit disebelah timur Madinah apalagi dir’iyah. hadits-hadits sah yang sejenis dengan salim juga banyak. tak ada alasan untuk menolak bahwa salah satu tempat kemunculan tanduk setan adalah Iraq. adapun tentang Iraq merupakan najd, saya cukupkan dengan perkataan ahli bahasa pemilik kitab lisanul Arab yang mengatakan:

      وما ارتفع عن تِهامة إِلى أَرض العراق، فهو نجد

  3. alaydrouz March 15, 2011 at 3:57 am #

    assalamualaikum

    afwan yaaah,nt dah kenal dgn alawiyah g??

    coba donk nt lihat dlm sejarah wahabi..jgn protes kalo ada yg identikkan dgn khawarij
    baca sejarahnya juga jgn dari wikipedia,sineton jtu bukan sejarah..
    coba nt lihat suatu permasalahan dari sudut pandang yg berbeda,semoga bermanfaat

    • dobdob March 16, 2011 at 8:26 am #

      Alhamdulillah, terimakasih atas sarannya. saya telah membaca sebagian sumber dan dengan itu saya beranikan diri untuk membuat blog ini. mohon tingkatkan partisipasi saudara dengan memberikan informasi Ilmiah yang anda tahu dan kuasai terkait materi-materi di blog ini.

  4. Anti wahabi March 15, 2011 at 9:05 pm #

    Dasar wahabi cari pembenaran aja.

    • dobdob March 16, 2011 at 8:24 am #

      alhamdulillah, terimakasih telah berkenan membaca dan berkomentar, mohon tingkatkan Partisipasi saudara diblog ini dengan memberikan komentar terbaik dan bernilai Ilmiah.

  5. santrindeso March 22, 2011 at 11:17 am #

    mantaf akhi, bener-bener ilmiah…mana nih yang suka bekoar-koar?

  6. Dianth March 22, 2011 at 12:42 pm #

    Saya juga ingin berkomentar kepada pengikut Syekh Abdul Wahab, karena sikap dan perbuatannya terhadap kaum muslimin yang berbeda paham dengannya : Saya amat mengkhawatirkan kalau mereka termasuk dalam khitob firman Allah Subhanahu Wataala:

    إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

    Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mu’min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

    Qurán surat Al Buruj :10

  7. Dianth March 22, 2011 at 12:46 pm #

    Kepada para Pencela Dakwah Asy ariyah, sufi dan mayoritas kaum muslimin lainnya yang banyak dicela oleh para pengikut Syekh abdul Wahab, saya juga ingin mengatakan:

    Saya amat mengkhawatirkan kalau mereka termasuk dalam khitob firman Allah Subhanahu Wataala:

    إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

    Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mu’min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

    Qurán surat Al Buruj :10

  8. محمد March 22, 2011 at 1:43 pm #

    kher kher kher … nice post … tetapi alangkah baiknya, tidak memihak kepada sekte tertentu . . . dari tulisan anda masih ada memihak kepada sekte tertentu, alangkah baiknya marjanya dari berbagai sekte…biar lebih menarik. good job dobdob…الله يجزيك الخير

  9. Hamdani April 5, 2011 at 10:54 am #

    Barokallohu fiik yaa ustadz.. pembahasan yang sangat mendetail dan memuaskan. Semoga dengan ini Allah memberikan pencerahan bagi orang-orang yang membenci Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya.

    Banyak orang mencela kaum muslimin yang mengikuti dakwah tauhid dan sunnah yang kembali digalakkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para penerusnya dengan berbagai celaan dan tuduhan yang keji. Padahal jika kita mau jujur menimbang dengan Sunnah Nabi -shallallohu ‘alaihi wa sallam- kita akan dapat melihat dari kedua kelompok tersebut siapa yang lebih dekat kehidupannya dengan sunnah Nabi -shallallohu ‘alaihi wa sallam-.

    Sesungguhnya yang diinginkan oleh Alloh dan RasulNya bukanlah sekedar slogan-slogan atau sya’ir-sya’ir atau spanduk-spanduk besar, akan tetapi yang diminta adalah amal nyata dalam kehidupan. Jika hanya sekedar kata-kata maka setiap orang mampu untuk melakukannya.

    وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ أَمَرْتَهُمْ لَيَخْرُجُنَّ قُل لَّا تُقْسِمُوا طَاعَةٌ مَّعْرُوفَةٌ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

    Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah, jika kamu suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah: “Janganlah kamu bersumpah, (karena ketaatan yang diminta ialah) ketaatan yang sudah dikenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Annuur : 53]

    Maka seorang yang jelek amalnya, yang tidak sejalan dengan sunnah Nabi -shallallohu ‘alaihi wa sallam- tidak akan dapat menjadikannya mulia di sisi Alloh meskipun nasabnya nasab yang mulia.

  10. Zamri Pak Nayan April 7, 2011 at 5:03 pm #

    Benar sabda Nabi tentang Nejd. Saya dah confirm 100% setelah lebih 9 tahun menkaji dan belajar. Sememangnya Nejd Hijaz… Tengoklah secara detail perlembagaan Arab saudi. Isi tidak secocok dengan tajuk malah mencanggahi. Inilah hasil tanduk setan. sekian… semoga setiap yang mengaku muslim wajib confirm ke muslimannya…

    • dobdob April 8, 2011 at 10:24 am #

      mohon bapak lebih mendalami tulisan saya agar kata “benar” yang bapak ungkapkan selaras dengan artikel saya. sepertinya bapak menyimpulkan artikel saya dengan keliru. BUkankah bapak bisa belajar lama disana dan aman-aman saja atau minimal tak teraniaya padahal Fiqhnya berbeda dan pandangan bapak tentang Aqidah juga berbeda. ini membuktikan bahwa mereka amat mengedepankan tasamuh.

      Saya banyak mendapati orang-orang yang sempat mencicipi bahkan kenyang dengan berkah negeri tauhid yang memberikan mereka pendidikan dan haji gratis, namun setelah pulang di Indonesia sama sekali tak tampak rasa terimakasihnya bahkan melakukan black Campaign disana-sini.

      Kekurangan dalam pemerintahan Islam adalah hal yang selalu terjadi bahkan dimasa para Imam-imam besar ketika mereka diperintah dinasti Abbasiyah atau Umayyah.

      Saya menyarankan agar orang-orang yang telah kenyang dengan berkah negeri tauhid tersebut memanjatkan doa-doa agar dapat menambal dan menyulam kekuarangan yang ada pada pemerintahan dinegeri tempat turunnya wahyu tersebut. bukan memperkeruh dengan caci maki.

  11. Haryo April 19, 2011 at 4:31 pm #

    sebagai tambahan..ada hadits yg menjelaskan mengenai kedatangan dajjal al masikh sang penipu..yaitu kedatangannya dari khurasan..dan hadits tersebut menunjukkan rasulullah muhammad shallahu alaihi wasallam dengan mengarahkan tangan ke arah timur..kalo dicek peta, khurasan tdk sepenuhnya berada di arah timur, antara utara dan timur madinah..hal ini sekaligus menegaskan mengenai keumuman fitnah dr wilayah timur..wallahualam

  12. ibad_tw May 7, 2011 at 4:54 pm #


    ceramah dari seorang da’i dari jeddah dakwah center berjudul ‘the horn of satan’. Cukup relevan dengan ‘fitnah dari timur’. semoga bermanfaat

    • fitri May 25, 2011 at 10:44 pm #

      assalamualaikum, akhi.sy saudaramu dari malaysia.sy punya persoalan2 ttg shiah, dan sy sering bertanya ttg shiah dengan golongan shiah sendiri, dan mereka seirng berhujah dengan hadith2 yg sy keliru ttg maknanya.boleh saya dapatkan emel saudara atau facebook? agar sy dapat berikan hujah2 mereka kepada saudara dan agar saudara dapat memastikan apakah hujah mereka benar atau tidak.jazakallahukhair.

      • agung April 12, 2012 at 2:42 pm #

        waalaikumussalam warahmatullahi. maaf ukhty bisa tlg kirimkan hujjah2 kaum syiah trsb ke email saya? agung_ruliy@yahoo.co.id
        jazakallah khair

  13. Abu Bakr May 15, 2011 at 1:03 am #

    Jazakumullah khairan atas artikelnya yang bermanfaat.

    Cukuplah jelas sudah jika yang dimaksud dengan Najd dalam hadits-hadits tentang Fitnah Najd adalah arah timur secara umum sebagai arah terbitnya matahari, karena jika benar Najd yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah Najd Hijaz secara khusus… maka artinya ada yang berusaha ‘ngeminteri’ Ulama, semisal al-Imam Ibnu Hajar al-Asqalani -rahimahullah-.

    Ana juga tertarik dengan penjelasan al-Ustadz dobdob tentang hadits tersebut tidaklah dinukil oleh Amirul Mukminin Abu Bakr as-Siddiq -radhiyallahu ‘anhu-, karena notabenenya beliau adalah sahabat terdekat Baginda Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang jauh lebih FAQIH daripada tukang tipu semisal Ahmad Zaini Dahlan -ghafarahullah-. Ini juga adalah dalil bahwa Najd dalam hadits-hadits tentang fitnah najd bukanlah Najd Hijaz secara khusus.

    Kemudian katakanlah Najd yang dimaksud adalah Najd Hijaz dan diantara dua tanduk Syaitan tersebut adalah Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab -rahimahullah- dengan ‘Wahhabi’nya… maka konsekuensi logisnya adalah ‘Wahhabi’ merupakan ‘Ajaran Syaitan’ dan pengikutnya adalah ‘Syaitan Manusia’, dan konsekuensi logisnya lagi adalah ‘Anti-Wahhabi’ meyakini bahwa Haramain (Makkah & Madinah) telah dikuasai oleh ‘Syaitan’. Apakah ini tidak bertentangan dengan sekian banyak dalil yang menyatakan bahwa Syaitan tidak mampu memasuki Makkah dan Madinah yang merupakan benteng terakhir Ummat Islam ?

    Hadanallah wa Iyyakum.

  14. Abu Hannan as Sundawi June 11, 2011 at 3:12 pm #

    Assalaamu’alaikum Warohmatullaah.

    Syukron atas Sharing ilmunya, jadi menambah wawasan saya mengenai ini. Jazaakallah Khair wa barokallahu Fiika.. lanjutkan dakwah Salaf di dunia Maya dan dunia nyata kami mendukung mu..

  15. Javad Al-Kadzim July 28, 2011 at 4:02 pm #

    Begitulah seorang Nashibi (pembenci ahlul bayt) berkata tentang Imam Ali as.

  16. hahahihi December 16, 2011 at 10:07 am #

    penjelasan orang2 wahabi selalu masuk akal, makanya pengikutnya terus bertambah.

    sayangnya akal manusia terbatas!
    tidak bisa dijadikan landasan untuk pembenaran….

  17. bagusrintokuncoro February 11, 2012 at 2:50 pm #

    Syukron atas Sharing ilmunya, jadi menambah wawasan saya.
    Jazaakallah Khair wa barokallahu Fiika..
    Lanjutkan dakwah Salaf di dunia Maya dan dunia nyata kami mendukung mu..

  18. masyan March 23, 2012 at 11:10 am #

    jazakallh atas artikelnya,sangat bermanfaat utk lbh menambahwawasan sy..

  19. oom October 26, 2012 at 1:03 am #

    Semoga yg mengatakan kalau Najd adalah Hijaz sekarang sudah sadar dan rujuk pd pendapat yg benar yaitu Iraq. Karena sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam pasti benar, bisa dibuktikan dgn memibandingkan kondisi di Iraq dan Hijaz (Riyad arab saudi)dari dulu sampai sekarang. contohnya sdh berapa jutakah umat islam indonesia yg sudah ke arab saudi dgn aman (wallaupun utk haji) dan rindu utk kembali lagi dan masih jutaan lagi antri menunggu sementara kalau disuruh datang ke iraq akan mikir 1000X padahal disini katanya banyak syiahnya.

  20. royyan December 1, 2012 at 7:12 pm #

    Syukron atas Sharing ilmunya, Saya menjadi tercerahkan.
    Jazaakallah Khair wa barokallahu Fiika..

  21. omsqu March 8, 2013 at 11:50 am #

    baru ini mampir,
    syukron tadz dob atas tulisannya

Trackbacks/Pingbacks

  1. Fitnah dari Timur « de Go Blog - March 18, 2011

    [...] Beliau bersabda “disana muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul tanduk setan” [1][Shahih Bukhari 2/33 no [...]

  2. Fitnah Masyriq – Kemunculan Tanduk Setan « It Just A Dream - March 31, 2012

    [...] ‘Iraaq. Seorang teman juga telah menuliskan bahasannya yang bagus dalam artikelnya berjudul : Fitnah dari Timur. Wallaahu a’lam. [abul-jauzaa’ – ngaglik, Yogyakarta, 1432 h]. Like this:LikeBe the first to [...]

  3. Fitnah Dari Timur | Media Dakwah At-TaqwaMedia Dakwah At-Taqwa - May 27, 2013

    […] Beliau bersabda “disana muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul tanduk setan” [1][Shahih Bukhari 2/33 no […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 42 other followers

%d bloggers like this: