Archive | Apa Kata Ulama? RSS feed for this section

Kerap kafirkan Ibnu Taimiyah, Pengarang Kifayatul Akhyar Panen Teguran

9 Mar

Dia adalah Taqiyuddil Al Husni Abu Bakar Muhammad bin Husaini Al Husni Assyafii, wafat tahun 829 Hijriah.

Kifayatul Akhyar fi Hilli Ghaayatul ikhtishor merupakan salah satu kitabnya yang amat Populer dikarangan Pesantren-pesantren Tradisional.

Kitab ini memang cukup baik metode pensyarahannya, karena banyak mengutip dalil-dalil fiqh Dari hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Ketika ditanya tentang Kitab ini, Murid syaikh Albani yaitu syaikh Masyhur Hasan Salman mengatakan Bahwa Kitab ini bagus karena didasarkan dengan dalil-dalil naqli.

Namun sayang Taqiyuddin Al Husni jatuh kepada kesalahan kemudian mendapat celaan dari beberapa Ulama Karena menyesatkan bahkan mengkafirkan Ibnu Taimiyah dalam sebuah kitabnya yang bernama Daf’u Syubhati man Syabbaha. Kitab ini dicetak dengan tahqiq Al Kautsari. Kitab tersebut telah dibantah oleh Ibnu Abdil Hadi dengan Judul As shorimul Mughni Fi Raddi alal Husni.

Assakhawi menukil Al Imam Al Muqrizi Menyebutkan dalam Kitab Uqud miliknya secara ringkas

“ Dia itu amat Fanatik dengan Asyairah dan menyimpang dari mazhab Hanabilah hingga keluar batas. Ada beberapa hal terkait dirinya di Damaskus. Ia berbicara keji mencela Ibnu Taimiyah dan mengkafirkannya terang-terangan tanpa Rasa malu, bahkan ia menegaskan pengkafirannya itu ditempat-tempat pertemuan dimana ia bertemu dengan para pengikutnya hingga mereka mentaklidinya sebagaimana biasanya terjadi pada mayarakat kami kala itu yang mereka mentaqlidi siapa saja yang mereka yakini.

Niscaya nanti mereka semua akan diserahkan Kepada Allah yang Maha mengetahui baik dan buruk.

Dia tetap dalam pendapat itu hingga meninggal. Semoga Allah Memaafkannya.” Continue reading

Ibnu Taimiyah Dikafirkan, Ibnu Hajar meradang

3 Mar

Saya kira inilah tulisan ulama masyhur terbaik yang dapat mematahkan fitnah dan Jarh dari orang-orang yang iri dengan ketenaran Ibnu Taimiyah.

Tulisan Ini Merupakan sebuah Taqridz (Pengantar) terhadap sebuah Buku yang disusun Oleh Ibnu Nashiruddin Ad Dimasqi, seorang Hafidz dan Fuqaha dari karangan Syafiiyah.
Kitab Tersebut Berjudul Raddul Waafir ala Man Zaama anna man Samma ibnu Taimiyah Syaikhul Islam kaafir
(الرد الوافر على من زعم أن من سمى ابن تيمية شيخ الإسلام كافر)

InsyaAllah akan datang pembahasan tersendiri tentang Kitab ini.

Penyebab kitab ini dikarang sebagaimana yang tercantum dalam kitab tersebut adalah Fatwa yang menyebar di khalayak Umum saat itu tentang kafirnya orang yang memberi julukan ibnu Taimiyah sebagai Syaikhul Islam dan tidak sah sholat dibelakang orang tersebut.
Fatwa tersebut secara jelas bukan saja pengkafiran terhadap Ibnu Taimiyah, tapi juga pengkafiran terhadap pengikutnya. Continue reading

Pujian Ibnu Hajar Al Atsqalani Kepada Ibnu Taimiyah

22 Jul

Mencukupi bagi kita pujian Al Hafidz Ibnu Hajar Kepada Ibnu Taimiyah dengan Berhujjahnya Beliau dengan perkataan-perkataan Ibnu Taimiyah. Dan Beliau Mensifatinya dengan “Al-Allaamah”, dan “Al-Hafidz”. Sungguh Beliau telah mengambil hukum yang ditetapkan Ibnu Taimiyah tentang Tambahan hadits “Kaanallaahu wa laa makaan” sebagai hadits yang tidak ada memiliki asal.

Ibnu Hajar berkata dalam Alfath 6/289.

تنبيه: وقع في بعد الكتاب في هذا الحديث (كان الله ولا مكان) (وهوالان على ما عليه كان) وهي زيادة ليست في شيئ من كتب الحديث. نبّه على ذلك العلاّمة تقي الدين إبن تيميه، وهو مسلّم في قوله (وهوالان) إلى أخره

Peringatan: terdapat pada sebagian kitab hadits ini (Wahuwal an ala ma aalihi kaana) Hadits tersebut merupakan tambahan yang tidak terdapat dalam kitab manapun sebagaimana telah diperingatkan oleh Al Allaamah Taqiyuddin Ibnu Taimiyah.

Beliau juga Menguatkan kelayakan Ibnu Taimiyah untuk berderajat Al-Hafidz dan Beliau berhujjah dengan penghukuman Ibnu Taimiyah terhadap derajat Hadits-Hadits. Seperti yang Ia lakukan pada kitab Talkhisul Habir 3/109 Continue reading

Ulama-ulama Yang menjuluki Ibnu Taimiyah Syaikhul Islam

15 Jul

Syaikhul Islam

Adapun tentang kelayakan Ibnu Taimiyah untuk berlaqab “Syaikhul Islam”, maka Tanyakanlah kepada para Hafidz! Seperti As-Suyuthi dan Ibnu Rajab, Tanyakan Juga kepada As Sya’rani, kenapa mereka melaqabkan beliau dengan laqab tersebut!

Terdapat pada Perkataan As-Suyuthi tentang Ibnu Taimiyah “Syaikhul Islam, Seorang Hafidz yang Faqih, Mujtahid, Mufassir ulung, syaikhul Islam, langka Dimasanya, alim lagi zuhud”.[1]

Tanyakan Juga Az Zubaidi pemilik kitab Taajul Aruus dan Ittihaf Assaadah, kenapa Dia menyifati Ibnu Taimiyah didalam kitabnya (Ittihaf As Saadah) dengan Julukan Syaikhul Islam dan memuji beliau serta berhujjah dengan dengan perkataan-perkataan beliau berulang kali pada kitab tersebut. Setelah menyifati beliau dengan Syaikhul Islam dan menukil perkataan Agung dari beliau tentang ushul Qur’an dia berkata : “Selesai Ikhtisar dari Perkataan Ibnu Taimiyah yang merupakan perkataan yang Sangat berharga sekali”.[2]

Bahkan tanyalah Assubki yang berbangga Bahwa Abul Hajjaj Al Mizzi hanya menulis lafadz Syaikhul Islam kepada dua Orang,: Kepada ayahnya (subki) Taqiyuddin As Subki dan kepada Taqiyuddin Ibnu Taimiyah.[3] Continue reading