Archive | Fitnah RSS feed for this section

Menyalahi Ijma

23 Jun


Pengantar

Pembahasan ini sepenuhnya terkait dengan fitnah yang menyebar dikalangan para pembenci ibnu Taimiyah yang menyatakan bahwa dia telah menyalahi Ijma dalam banyak permasalahan, bahkan hingga mencapai 60 puluh buah.

Perlu diketahui bahwa jumlah tersebut merupakan nukilan dari jawaban Seorang Alim yang bernama Wali al-dîn Al Iraqi[1]. Materi kali ini akan memberi catatan khusus dalam bentuk footnote terhadap  pernyataan tersebut yang diambil dari kitab beliau yang berjudul Continue reading

At Thufi antara pujian dan fitnah

10 May

Ibnu Taimiyah kerap terfitnah, kali ini hujaman itu disinyalir datang dari seorang Yang berlaqab At Thufi, nama lengkapnya adalah Sulaiman bin Abdul Qawi bin karim bin Said.

Fitnah tersebut dinukil Oleh Ibnu Hajar dalam Kitabnya Durarul Kaaminah fii a’yan Al Miah Ats Tsaminah.[1]

Ibnu Hajar menukil perkataan At Thufi yang Continue reading

Fitnah Ibnu Bathutah

15 Apr

Nama Pria ini melegenda dikalangan Sejarawan Muslim dan barat. Seorang musafir yang membukukan kunjungannya kepenjuru bumi dalam sebuah buku Fenomenal yang terkenal dibarat maupun ditimur. Buku tersebut berjudul Rihlah Ibnu Bathutah.

Buku tersebut menjadi acuan sejarawan muslim dan barat dalam menulis kejadian-kejadian penting pada masa yang dialami Oleh Ibnu Bathutah. Continue reading

MAJMU FATAWA : Sikap Ahlus Sunnah Terhadap Yazid bin Muawiyah

15 Mar

Mari kita menelaah Fatwa Syaikhul Islam terkait fitnah pembunuhan Husain ini! kita ketahui bahwasanya Yazid bin Muawiyah Bin Abu Sufyan merupakan khalifah yang berkuasa ketika Ubaidaullah bin ziyad membantai Husain dan keluarga.

Syaikhul Islam mengatakan:

Belum pernah sebelumnya seorangpun manusia membicarakan masalah Yazid bin Mu’awiyah  dan tidak pula membicarakannya termasuk masalah Dien.
Hingga terjadilah setelah itu beberapa perkara, sehingga manusia melaknat Yazid bin Mu’awiyah, bahkan bisa saja  laknat tersebut berujung kepada laknat terhadap orang lain  dengan menggunakan  kejadian-kejadian tersebut
Sedangkan kebanyakan Ahlus Sunnah tidak suka melaknat orang tertentu. Kemudian suatu kaum dari golongan yang ikut mendengar yang demikian meyakini bahwa Yazid termasuk pemuka orang  shalih dan imam yang mendapat petunjuk.

Maka golongan yang melampaui batas terhadap Yazid menjadi dua sisi yang berlawanan:

Sisi pertama, mereka yang mengucapkan bahwa dia kafir zindiq dan bahwasanya dia telah membunuh salah seorang anak perempuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, membunuh sahabat-sahabat Anshar, dan anak-anak mereka pada kejadian Al-Hurrah (pembebasan Madinah) untuk menebus dendam keluarganya yang dibunuh dalam keadaan kafir seperti kakek ibunya ‘Utbah bin Rab’iah, pamannya Al-Walid dan selain keduanya. Mereka menyebutkan pula bahwa dia terkenal sebagai peminum khamr dan menampakkan maksiat-maksiatnya. Continue reading

MAJMU FATAWA : Pembunuhan Husain bin Ali bin Abu Thalib

12 Mar

Banyak sekali bertebaran kisah-kisah tentang terbunuhnya Husain dari berbagai sumber terutama dari kalangan Syiah. Disini saya mencoba menyusun tulisan dari beberapa tulisan yang telah ada dengan mendasarkan pendapat-pendapat Ibnu Taimiyah dan juga Muridnya ibnu Katsir dalam kitabnya Al bidayah Wannihayah disertai sumber-sumber otentik dari hadits-hadits dan atsar yang telah sah.

Isyarat akan terbunuhnya Husain

Jauh hari sebelum Husain terbunuh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercerita Kepada Ali bin Abi Thalib  bahwa Husain akan wafat dalam keadaan terbunuh. Adz-Dzahabi rahimahullah membawakan dari  dari ‘Ali, ia berkata:

“Aku datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika kedua mata beliau bercucuran air mata, lalu beliau bersabda: “Jibril baru saja datang, ia menceritakan kepadaku bahwa Husain kelak akan mati dibunuh. Kemudian Jibril berkata: “Apakah engkau ingin aku ciumkan kepadamu bau tanahnya?”. Aku menjawab: “Ya. Jibril lalu menjulurkan tangannya, ia menggenggam tanah satu genggaman. Lalu ia memberikannya kepadaku. Sehingga karena itulah aku tidak kuasa menahan air mataku”.[1]

Kronologi terbunuhnya Husain Radiyallahu anhu

Ketika Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu resmi menjadi khalifah, maka Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu juga sangat memuliakannya, bahkan sangat memperhatikan kehidupan Husain Radhiyallahu ‘anhu dan saudaranya, sehingga sering memberikan hadiah kepada keduanya. Tetapi, ketika Yazid bin Mu’awiyah diangkat sebagai khalifah, Husain Radhiyallahu ‘anhu bersama Ibnu Zubair Radhiyallahu ‘anhu termasuk yang tidak mau berbai’at. Bahkan penolakan itu terjadi sebelum Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu wafat ketika Yazid sudah ditetapkan sebagai calon khalifah pengganti Mu’awiyah. Continue reading

MAJMU FATAWA: Arah (jihat) terkait sifat Allah

11 Mar

Syaikhul Islam pernah ditanya tentang orang yang meyakini “arah” (terkait sifat Allah,red), Apakah dia Mubtadi, Kafir, atau tidak?

Beliau menjawab:

Adapun barang siapa yang meyakini adanya arah, Jika ia berkeyakinan bahwa Allah didalam makhluknya yang Ia diliputi oleh ciptaannya dan dibatasi oleh langit, hingga sebagian makhluk berada diatasnya dan sebagian berada dibawahnya, maka pemilik keyakinan tersebut adalah Ahli bid’ah yang sesat.

Begitupula jika ia berkeyakinan bahwa Allah membutuhkan sesuatu yang membawanya -ke Arsy atau lainnya-, Maka Pemilik keyakina tersebut juga Ahli bid’ah yang sesat.

Begitupula jika ia menjadikan sifat Allah sama dengan Sifat makhluk-makhluknya dengan mengatakan: Istiwa Allah sama dengan istiwa makhlukNya, nuzulNya seperti nuzul makhlukNya, atau yang semisal itu, maka dia juga Ahli bid’ah yang sesat.

Sesungguhnya Kitab dan Sunnah serta akal telah menunjukkan bahwa Allah tidak diserupai makhluknya sedikitpun. Allah juga tidak membutuhkan apapun, terpisah dari makhluknya dan tinggi diatasnya. Continue reading

Uji Validitas Nasihah Dzahabiyyah

25 Feb

Nasihah Dzahabiyyah merupakan sebuah Surat yang ditemukan dan diberinama oleh Al Kautsari yang konon dikirimkan oleh Ad Dzahabi kepada Gurunya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Isinya merupakan nasihat yang cukup keras bahkan lebih kepada kecaman Terhadap ibnu Taimiyah. Jadi bukan dinamakan oleh Al Imam Ad Dzahabi selaku yang diklaim sebagai pengirimnya.

Perlu diketahui bahwa manuskrip surat ini tidak Pernah ditemukan dengan tulisan Ad Dzahabi, namun disalin Oleh Qadhi Ibnu Syuhbah (wafat tahun 851 hijriah), Ia mengatakan dalam manuskrip tersebut bahwa Ia menyalin dari Naskah Al Burhan Ibnu Jamaah yang menyalin dari naskah Al hafidz As Sholahuddin Al Ala’I yang diambil dari tulisan Ad Dzahabi
Manuskrip Surat ini dapat dilihat di darul kutub Al Mishriya no 18823.

Semenjak dipublikasikan oleh Al Kautsari pada tahun 1347 Hijriah, surat ini menuai banyak opini Publik, baik dari para pecinta Ibnu Taimiyah maupun yang membencinya.
Surat ini amat penting bagi kedua belah Pihak karena dari isinya, dapat ditentukan Sikap al Hafidz Ad Dzahabi terhadap ibnu Taimiyah.

Para Pecinta Ibnu Taimiyah menemukan Beberapa kejanggalan dalam surat tersebut diantaranya:

1. Perbedaan Tulisan Ibn Qadhi Syuhbah pada manuskrip surat tersebut dengan Tulisan Beliau pada manuskrip Tarikh Ibnu Qadhi Syuhbah yang beliau tulis sendiri.

Perhatikan dan Bandingkan tulisan Berikut! Continue reading