Archive | Pembelaan Ulama RSS feed for this section

Fitnah Ibnu Bathutah

15 Apr

Nama Pria ini melegenda dikalangan Sejarawan Muslim dan barat. Seorang musafir yang membukukan kunjungannya kepenjuru bumi dalam sebuah buku Fenomenal yang terkenal dibarat maupun ditimur. Buku tersebut berjudul Rihlah Ibnu Bathutah.

Buku tersebut menjadi acuan sejarawan muslim dan barat dalam menulis kejadian-kejadian penting pada masa yang dialami Oleh Ibnu Bathutah. Continue reading

Advertisements

Teguran untuk As Subki

9 Mar

Al Imam Ad Dzahabi telah menulis sebuah surat teguran kepada (Taqiyuddin) As subki karena ia mencela Ibnu Taimiyah. Kemudian Ia menjawab surat tersebut dengan puji-pujian kepada Ibnu Taimiyah.
Kejadian ini terekam dalam kitab Durarul Kaminah karya Ibnu Hajar ketika membahas Biografi Ibnu Taimiyah ,Raddul Waafir ketika Membahas tentang Pujian Assubki dan juga dalam Dzail Alat thbaqatul Hanabilah Oleh Ibnu Rajab Al Hambali dengan riwayat yang mirip.

Ibnu Hajar menuturkan:

“Ad Dzahabi telah menulis sebuah surat kepada As Subki dan mencelanya karena ia membicarakan (mencela, red) ibnu Taimiyah., Maka As Subki Menjawab surat tersebut. Sebagian isi surat tersebut adalah:

Adapun perkataan (engkau, red) tuanku terkait Ibnu Taimiyah, maka Hamba memastikan ketinggian derajatnya, melimpah bak lautan, keluasannya dalam Ilmu-ilmu Naqli dan Aqli, kecerdasanya dan kesungguhannya yang ekstrim, dan pencapaiannya yang telah melewati sesuatul yang bisa digambarkan . Hamba selalu mengatakan demikian. Kedudukannya disisiku bahkan lebih besar dan lebih tinggi dari itu. Karena Allah telah mengumpulkan zuhud, wara, dan kerelijiusan baginya.
Membela kebenaran bukan untuk tujuan selain Allah, Bertindak sesuai sunnah salaf, dan mengambil sunnah mereka dengan bagian yang memadai. Sangat Sedikit yang mirip dengannya pada Zaman Ini bahkan sepanjang masa”.

Bahkan dalam kitab Raddul Wafir disebutkan pernyataan yang amat menyentuh dari Taqiyuddin As Subki kepada Ibnu Taimiyah.
Beliau menuturkan:
ما يبغض ابن تيمية إلا جاهل أو صاحب هوى فالجاهل لا يدري ما يقول وصاحب الهوى يصده هواه عن الحق بعد معرفته به
“Tidaklah membenci Ibnu Taimiyah kecuali seorang yang bodoh atau pengekor hawa nafsu, orang yang bodoh tidak mengetahui apa yang dia katakan, adapun pengekor hawa nafsu maka hawa nafsunya telah menghalanginya dari kebenaran setelah dia mengetahuinya”.

 

Adapun anak beliau Yang bernama Tajuddin Assubki memiliki cerita lain terkait pendapat-pendapatnya tentang Ibnu Taimiyah. Continue reading

Kerap kafirkan Ibnu Taimiyah, Pengarang Kifayatul Akhyar Panen Teguran

9 Mar

Dia adalah Taqiyuddil Al Husni Abu Bakar Muhammad bin Husaini Al Husni Assyafii, wafat tahun 829 Hijriah.

Kifayatul Akhyar fi Hilli Ghaayatul ikhtishor merupakan salah satu kitabnya yang amat Populer dikarangan Pesantren-pesantren Tradisional.

Kitab ini memang cukup baik metode pensyarahannya, karena banyak mengutip dalil-dalil fiqh Dari hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Ketika ditanya tentang Kitab ini, Murid syaikh Albani yaitu syaikh Masyhur Hasan Salman mengatakan Bahwa Kitab ini bagus karena didasarkan dengan dalil-dalil naqli.

Namun sayang Taqiyuddin Al Husni jatuh kepada kesalahan kemudian mendapat celaan dari beberapa Ulama Karena menyesatkan bahkan mengkafirkan Ibnu Taimiyah dalam sebuah kitabnya yang bernama Daf’u Syubhati man Syabbaha. Kitab ini dicetak dengan tahqiq Al Kautsari. Kitab tersebut telah dibantah oleh Ibnu Abdil Hadi dengan Judul As shorimul Mughni Fi Raddi alal Husni.

Assakhawi menukil Al Imam Al Muqrizi Menyebutkan dalam Kitab Uqud miliknya secara ringkas

“ Dia itu amat Fanatik dengan Asyairah dan menyimpang dari mazhab Hanabilah hingga keluar batas. Ada beberapa hal terkait dirinya di Damaskus. Ia berbicara keji mencela Ibnu Taimiyah dan mengkafirkannya terang-terangan tanpa Rasa malu, bahkan ia menegaskan pengkafirannya itu ditempat-tempat pertemuan dimana ia bertemu dengan para pengikutnya hingga mereka mentaklidinya sebagaimana biasanya terjadi pada mayarakat kami kala itu yang mereka mentaqlidi siapa saja yang mereka yakini.

Niscaya nanti mereka semua akan diserahkan Kepada Allah yang Maha mengetahui baik dan buruk.

Dia tetap dalam pendapat itu hingga meninggal. Semoga Allah Memaafkannya.” Continue reading